Pagi itu, suasana ruang makan rumah Naufal dan Nayla terasa hangat seperti biasa.Nayla baru saja meletakkan sepiring nasi goreng seafood di hadapan suaminya. Aroma mentega dan lada hitam memenuhi ruangan."Silakan, Dokter," godanya sambil tersenyum.Naufal terkekeh pelan. "Terima kasih, Bu Dokter.""Hmm, masih aja begitu.""Lagian enak dipanggil begitu kan, Sayang?" “Terserah kamu aja deh." Nayla hanya menggeleng geli sebelum ikut duduk di hadapan suaminya.Mereka bersiap untuk sarapan beesama. Namun, belum sempat mereka menikmati sarapan dengan tenang, ponsel Naufal yang berada di atas meja tiba-tiba saja berdering."Siapa sih? Ganggu orang lagi makan aja,” desis Naufal, tetapi ia segera mengangkatnya."Halo," ucapnya.“Halo, Dokter Naufal." Suara di seberang sana terdengar.Nayla tetap menikmati sarapannya sambil menunggu suaminya selesai menerima telepon."Iya, Pak. Baik, saya mengerti. Kalau memang itu keputusan rumah sakit, saya siap."Beberapa menit kemudian, akhirnya sambunga
Read more