Selena tiba-tiba merapatkan bibirnya seolah baru mengingat sesuatu, kemudian ia menoleh ke arah tunangannya. "Xavian, sebenarnya ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu." Nada suaranya terdengar lembut, tetapi matanya melirik tajam ke arah Lovelle, merepresentasikan sebuah pengusiran yang sangat halus. Lovelle menangkap maksud itu, dan seketika dirinya pun merasa canggung. Xavian pun tampaknya juga menyadarinya. Pria itu terdiam beberapa detik, lalu menekan tombol interkom di atas mejanya. "Teanna. Kemari." Tak sampai sepuluh detik, pintu ruangan itu terbuka.Sekretarisnya masuk dengan langkah tenang. "Ya, Tuan Claine?" "Bawa Nona White ke ruang tunggu." Teanna menatap Lovelle, dan segera mengangguk. "Baik, Tuan." Xavian lalu mengalihkan pandangannya pada Lovelle. "Kita lanjutkan pembicaraan ini nanti." Lovelle mengangguk pelan. "Baiklah," ucapnya, kemudian gadis itu pun berjalan di belakang Teanna keluar dari ruangan. Pintu itu pun tertutup, kini hany
Read more