Sore itu langit tampak cerah. Sinar matahari keemasan menerobos jendela kamar perawatan, membuat ruangan terasa hangat dan nyaman.Nurul yang kini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap tampak jauh lebih segar dibandingkan pagi tadi. Meski tubuhnya masih lelah setelah proses persalinan, senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya. Apalagi saat melihat sang putra datang berkunjung."Ibu..."Alfi berlari kecil memasuki ruangan dengan wajah berbinar."Pelan-pelan, Sayang," tegur Elang sambil tersenyum. Namun Alfi sudah lebih dulu sampai di sisi ranjang."Bunda... adik... keluar?" tanya Alfi polos saat mendapati perut ibunya sudah kempes."Sudah, Nak. Adikmu sudah lahir. Arfa namanya," ucap Nurul lembut. "Adik mana?" Alfi celingukan ke kanan kiri. Mencari-cari sosok adiknya. "Adik sedang dibawa ke sini sama nenek dan suster. Sebentar lagi pasti datang," Nurul memberi pengertian pada Alfi. Tepat pada saat itu, pintu ruangan terbuka. Seorang perawat masuk bersama Bu Sari. Arfa ada dalam buai
Baca selengkapnya