Kael menoleh, menatap Althea dengan sorot mata yang melindungi. "Selama aku masih berdiri di sini, tidak akan ada satu helai rambut pun dari kepalamu yang bisa dia sentuh." "Tapi kita tidak bisa terus-terusan di Bogor, kan?" "Tentu saja tidak," Kael tersenyum tipis, meski tatapannya tetap tajam. "Justru kabar ini adalah peringatan buat kita. Kita harus lebih siap." Althea menghela napas panjang, menatap pantulan cahaya lampu di kejauhan. "Jadi, Zayyan tetap akan mendekam di penjara, kan?" "Hukuman pidana atas kasus korupsi dan tindak pidanamu jauh lebih dari cukup untuk membuatnya membusuk di sana bertahun-tahun, Thea," Kael menjamin dengan nada mantap. "Pencabutan kasus Dinara hanya membuat posisi Zayyan sedikit lebih ringan dari sisi akumulasi hukuman, tapi tidak akan mengubah vonis akhir." Althea mengangguk, merasa sedikit lega meski hatinya masih dihantui kecemasan akan pergerakan Nyonya Inara di luar sana. "Setidaknya, kita masih punya waktu untuk bernapas." "Tepat," Kael m
Read more