Elara berdiri di depan gerbang sekolah sambil tersenyum kecil. Sinar matahari siang tidak terlalu terik. Di tangannya ada botol minum milik Arkan dan sebuah kotak bekal yang tadi pagi sengaja ia siapkan sendiri.Sudah hampir dua bulan ia rutin menjemput Arkan. Meski bukan ibu kandungnya, Elara selalu merasa bahagia setiap melihat bocah itu berlari menghampirinya dengan wajah ceria.Meskipun dirinya hanya seorang pengasuh, Elara sudah sangat sayang pada Arkan layaknya anaknya sendiri. Selian karena Arkan juga manggil dirinya mama, Elara juga sangat suka Arkan yang selalu pandai menghargai dirinya."Pak, kayaknya masih lama deh. Bapak bisa ngopi dulu di warung depan biar nggak bosan." Elara mengajak sopir yang mengantarnya tadi bicara."Nggak usah, Elara. Tadi saya sudah ngopi, saya ikut menunggu tuan muda saja," jawab sopir itu.Hampir lima belas menit, bel pulang baru berbunyi. Puluhan anak keluar dari kelas dengan riuh. Beberapa langsung berlari menuju orang tua mereka, sebagian lagi
Baca selengkapnya