Di dalam ruang kerja kantornya yang luas, Arka Rajendra Mahardika meletakkan ponselnya di atas meja. Sebuah senyum puas yang menyerupai seringai predator, terukir di bibirnya. Ia tertawa pelan, suara beratnya dipenuhi kemenangan."Dia menyerah juga," gumam Arka. “Akhirnya dia sadar siapa satu-satunya orang yang bisa menyelamatkannya.”Ia menekan tombol interkom di mejanya. "Leon, masuk."Tak lama Leon masuk dengan langkah tegap. "Iya, Tuan?""Selesaikan semua skandal Naura dalam 24 jam. Bungkam semua media, hapus setiap video itu dari internet. Dan satu lagi, katakan pada Martha di agensi, Mahardika Group akan mengambil alih seluruh kontrak Naura sebagai sponsor utama. Kita yang akan membayar ganti rugi itu." ucap Arka sambil menyandarkan punggung, rahangnya mengetat kokoh."Baik, Tuan. Akan segera saya proses.""Pastikan besok pagi tidak ada satu pun berita buruk tentangnya lagi," Arka menyesap whiskeynya perlahan. "Aku ingin dia tahu, di dunia ini, hanya aku yang bisa membantunya."“
Read more