Pandangan Arka beberapa kali jatuh pada dress yang dikenakan Naura. Setiap kali itu terjadi, rahangnya mengunci rapat, menahan emosi yang tidak ingin ia tunjukkan.Hingga akhirnya, piring mereka benar-benar kosong.Naura meletakkan garpunya perlahan, lalu meneguk jus jeruknya untuk mengumpulkan sisa keberanian sekaligus meredam egonya yang masih tersisa. Ia tahu, setelah apa yang terjadi pagi ini, tidak ada lagi ruang untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa.Ia berdehem pelan, menegakkan punggungnya."Mm, soal… skandal dan tuntutan dari sepuluh brand kemarin…" Naura menjeda kalimatnya sejenak lalu menarik napas dalam.Arka meletakkan cangkir kopinya, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dengan santai, menatap Naura dengan wajah datar dan dingin. Otot di lehernya masih menegang setiap kali melihat apa yang wanita itu pakai. "Kenapa dengan itu?"Naura mengalihkan pandangan, jemarinya saling meremas di bawah meja. Lalu ia kembali menatap Arka dengan dagu terangkat, berusaha menjaga s
اقرأ المزيد