"Pesta ulangtahun Sena batal berarti?"Yaksa menarik napas panjang, menoleh ke arah Syifa yang tengah berbaring sembari memeluk Sena yang nampak pulas tertidur. Pemandangan ini adalah sebuah pemandangan mahal bagi Yaksa, bagaimana cinta yang tidak pernah mati dari hatinya sejak dulu sekali, kini berhasil ia miliki, bahkan sampai memberinya dua anak.Perlahan Yaksa melangkah mendekati ranjang, duduk di tepian sembari mengusap lembut kaki Syifa yang nampak sedikit membengkak. Bukan bengkak yang parah karena indikasi tertentu, lebih ke penambahan berat badan yang cukup signifikan."Siapa bilang batal?"Kalimat itu membuat Syifa menoleh, ia menatap Yaksa dengan saksama. Raut wajah suaminya itu berubah serius, namun seperti biasa, sorot mata Yaksa lembut dan begitu hangat."Begitu mama dan adiknya keluar dari kamar operasi, kita rayakan ulangtahun dia, sekaligus menyambut adiknya."Syifa tersenyum, dengan sedikit susah payah ia bangkit, duduk berhadapan dengan sang suami."Kita jahat ngga
Mehr lesen