"Ya udah, ditungguan heula nya Neng, sakedap (ditunggu dulu ya Neng, sebentar)," ucap Bi Esih seraya menepuk pundak Freya baru kemudian berlalu meninggalkannya. "Reuni?" tegur Lucas menggeser posisi duduknya mendekati Freya. Freya mengangguk, "Dari kecil Bi Esih ini sering ngasih aku makan di warungnya," ia mulai bercerita. "Pagi kalo Mamah udah sibuk ngurusin Tamara, aku jadi nggak sempet sarapan di rumah, makanya aku mampir ke sini, ikut makan gratis," cengir Freya. "Siangnya juga mampir makan lagi?" Tanya Lucas mendengar dengan serius. "Kadang-kadang. Bi Esih suka manggil aku kalo pas lewat depan, terus langsung dikasih lengko ayam buat dimakan. Aku nggak boleh pulang sebelom lengko ayamnya abis," ujar Freya dengan bangga mengenang masa kecilnya. "Kamu bisa inget banyak kenangan manis pas kecil, tapi kamu lupa banyak hal sepele juga pas udah gede," cibir Lucas. "Entahlah, emang ada beberapa bagian dari kenanganku yang nggak kuinget dengan jelas Mas. Kayak ada yang diamb
Baca selengkapnya