“Boleh aku ke rumah?” Karin sedang bersandar di punggung ranjang saat membalas pesan dr. Dimas, Dimas sangat mengkhawatirkan kondisi Karin, seharusnya lebih baik Karin dirawat di rumah sakit, banyak yang menjaganya tapi Karin tidak nyaman, ia ingin tidur di rumahnya, makanya semua pengobatan dialihkan ke rumah, yang jadi permasalahan Dimas tidak pernah sekalipun ke rumah Karin. “Gak usah dok, ada dr. Arlan juga sama perawat, Mami udah bayar perawat pribadi,” jawab Karin dengan senyumnya. Karin tidak peduli, Arlan yang sedari tadi duduk di sofa memperhatikannya atau tidak, Arlan tidak leluasa mendekati Karin karena ada perawat Karin juga, entah kenapa wanita ini tidak mau keluar dari kamar Karin. “Tapi aku gak bisa tidur kalau gak lihat kamu, boleh video call?” Aduh, kalau Karin mengangkat video call, Arlan pasti mengamuk. “Gak enak dok, ada dr. Arlan lagi ngomong sama Mami di kamar,” jawab Karin bohong. Lebih baik Karin menghindari pertengkaran daripada ia memancing Arlan untuk
Read more