Tumben sekali, sarapan pagi hari ini, ada Mami dan Papinya. Mereka membahas uang jajan Karin. “Karin, sepertinya Mami memang terlalu memanjakanmu, Om kamu udah ngomong kalau nilai kamu mulai jatuh, kamu juga gak konsentrasi di rumah sakit. Laporan kamu juga tidak selesai,” ucap Mami Kaina sambil melihat nilai yang dikirimkan Arlan padanya. Karin belum bisa praktek apapun. Ia sangat tertinggal dan Karin menolak belajar dengan Pamannya dengan alasan malu. Yup, malu! Alasan yang diberikan Arlan sungguh tidak masuk akal. Bagaimana bisa ia malu dengan Arlan bahkan tanpa busana di depan Arlan saja sudah sering ia lakukan. “Mami udah kompromi dengan Papi, kalau memang kamu mau uang jajan, Mami akan titip dengan Om Arlan, selama Koas ini saja, supaya Om kamu bisa melihat pengeluaranmu sehari-hari.” Matilah! Karin rasanya ingin teriak tapi kedua orang tuanya sudah sepakat. Karin pasti akan semakin terjerat kali ini. Arlan tidak akan melepaskannya begitu saja, Karin tidak bisa lagi dekat
อ่านเพิ่มเติม