Arlan menepikan mobilnya dan mereka berciuman di lorong sepi tidak jauh dari perumahan Karin. Tidak ada yang melihat jadi mereka leluasa melakukan itu. “Eumph, dok.” Bunyi decak kecupan bibir bertemu bibir begitu terdengar di telinga Arlan dan Karin, tangan Arlan sibuk menyusup ke gunung kembar Karin, satu tangannya menekan kepala Karin agar ciuman mereka lebih dalam.“Sayang, aku kangen banget, aku gak tahan.” “Jangan disini dok, aku gak mau kita digerebek security. Pulang aja ke rumah atau apartemen kita,” jawab Karin. Keperkasaan Arlan sudah tegang sekali, ia sudah tidak sanggup membawa mobilnya, apartemen berjarak tiga puluh menit dari rumah Karin. “Kita cari hotel terdekat saja,” bisik Arlan dan Karin mengangguk. Karin ikut saja kemana Arlan membawanya, tidak jauh dari rumah Karin, ada hotel bintang lima. Arlan masuk untuk check-in sementara Karin menunggu di mobil, setelah proses selesai, Karin naik sendiri ke kamar paling mewah di hotel ini. Arlan menunggu di kamar hotel
Baca selengkapnya