Begitu prosesi pernikahan yang sederhana namun sakral itu selesai, Kael tak sanggup lagi menahan gejolak di dadanya. Ia buru-buru membawa Vio pulang, selain khawatir bertemu dengan anak buah Clara, Kael juga seakan tak sudah tak sabar ingin segera berduaan dengan Vio. Rasa rindu yang bertahun-tahun membendung, bercampur dengan lega dan cinta yang meletup-letup, telah mencapai puncaknya.Brak.Begitu pintu kamar utama tertutup rapat, Kael menarik tubuh Vio ke dalam pelukannya. Masih dalam posisi berdiri menyender di balik pintu, Kael langsung menunduk dan mencium bibir Vio dengan sangat lahap, dalam, dan penuh gairah.Vio sempat tersentak kaget sekejap, tetapi naluri tubuh dan rasa cintanya yang murni, meski tanpa ingatan masa lalu itu bekerja begitu saja. Vio melingkarkan kedua tangan kecilnya di leher Kael, berjinjit sedikit, dan membalas ciuman suaminya dengan penuh kehangatan dan kepatuhan yang amat tulus.Pikiran Kael makin membara. Dengan jemari yang bergetar menahan desakan emo
อ่านเพิ่มเติม