“MBAK! Astaga, lo lama banget, sih? Toiletnya di Arab apa gimana?”Raut wajah Arsenio tampak kesal begitu melihat Hagia berlari kecil menghampiri rombongan mereka yang sudah bersiap di tepi sungai.“Sorry, sorry, Sen.” Hagia menoleh ke belakang. “Santwi, dong. Noh, masih ada beberapa yang belum berangkat, kan!”Jari telunjuknya menunjuk ke arah belakang. Dan benar saja, masih ada beberapa perahu yang sedang mengantri untuk diberangkatkan. Beberapa peserta bahkan masih sibuk mengenakan helm dan pelampung.“Emang gimana sih, Mbak. Kalau nggak drama, bukan Mas Arsenio,” celetuk Kaluna. “Diem nggak, Lun. Mau gue cemplungin ke sungai, hm?”“Udah, kalian berdua nikah aja sekalian,” sela Risa.“Najis,” sahut Kaluna dan Arsenio bersamaan.Hagia langsung tertawa melihat keduanya. “Kompak banget lagi.”Perdebatan mereka baru berhenti ketika instruktur meminta seluruh peserta segera naik ke perahu masing-masing.Arsenio duduk di bagian depan sebelah kiri. Risa di sebelah kanannya. Hagia mengamb
Terakhir Diperbarui : 2026-06-09 Baca selengkapnya