"Mungkin sudah waktunya untukmu menggunakan identitas itu, Sayang!" Edward Slovasky berkata dengan nada lembut sambil mendekap tubuh kekasihnya. "Lalu, apakah selama ini kau sudah menggunakan identitasmu, Mr. Slovasky?" balas Sisilia Sniders. Mendengar pertanyaan balik dari kekasihnya membuat Edward Slovasky tersenyum. Sebuah senyuman yang mampu menggetarkan jiwa serigalanya Sisilia Sniders. "Apakah sebuah identitas independent begitu berarti bagimu, Sayang?""Ada atau tidaknya identitas itu, aku tidak peduli. Yang aku inginkan adalah seluruh perhatian dan kasih sayang itu, Mr. Slovasky."Kata-kata Sisilia Sniders membuat hati Edward Slovasky menghangat. Dia makin mengeratkan pelukannya, perlahan kepalanya menurun mendekat pada wajah kekasihnya itu. "Ijinkan aku menyentuhmu, My Mate!*Belum sempat terjawab pertanyaan itu, bibir tipis shewolf sudah dalam kuasa Edward Slovasky. Lelaki itu begitu bergairah melumat bahkan menghisap bibir wanitanya. Miss. Sniders meronta dan menggeliat
Magbasa pa