Obrolan penuh taktik dan candaan di antara kedua sahabat itu mendadak terhenti saat tiba-tiba nada dering yang nyaring dari ponsel Ririn berbunyi, memecah ketegangan di meja sudut kafe tersebut.“Bentar, ya,” kata Ririn yang langsung merogoh tasnya, mengambil ponsel yang masih terus menyala dan bergetar riuh.Begitu melihat nama yang tertera di layar, bahu Ririn langsung merosot lambat.“Hah…” Ia menghembuskan napasnya dengan sangat berat, seolah baru saja memikul beban lima puluh kilo.“Kenapa, Rin? Siapa?” tanya Aluna penasaran, dengan dahinya yang mengernyit tipis.Ririn tidak langsung menjawab dengan kata-kata. Wanita itu malah membalikkan layar ponselnya dan memperlihatkan nama kontak yang sedang memanggil itu langsung ke depan wajah sahabatnya. Begitu membaca nama ‘Dokter Kepala Ruangan Sp.N’, Aluna yang semula murung langsung tertawa kecil tanpa bisa ditahan.“Halo, selamat siang, Dok,” ucap Ririn akhirnya menggeser tombol hijau dan mengangkat panggilan itu dengan nada suara ya
Baca selengkapnya