Hujan deras mengguyur kereta kuda Celina saat ia memasuki gerbang ibu kota. Begitu turun, ia langsung disambut oleh udara dingin dan aroma besi dari gerbang besi istana. Ia mengenakan jubah beludru hitam panjang, menyembunyikan wajahnya di balik tudung, namun tatapannya tetap setajam elang. Ia melangkah masuk ke aula besar tempat pesta dansa kerajaan sedang berlangsung. Musik klasik mengalun, namun bagi Celina, itu hanyalah kebisingan. Matanya segera menyapu ruangan, mencari sosok Duke Valois—Lucien—di antara kerumunan. Ia menemukannya di dekat balkon, berdiri bersama Elara. Elara tampak tertawa, tangan wanitanya menyentuh lengan seragam militer Lucien yang gagah. Tak jauh dari mereka, Edgar De Beaumont, seorang Marques yang merupakan musuh bebuyutan Lucien, berdiri memperhatikan Celina dengan senyum licik. Edgar melangkah mendekat, mengabaikan tatapan tajam dari para bangsawan lain. "Grand Duchess Valois, kehadiran Anda di tengah cuaca seperti ini sungguh mengejutkan," sapa Edgar D
Read more