Perkataan konyol Tuan Jefery cukup membuat Qiqi tergelitik, sangat menggelikan."Lantas, bagaimana denganku? Waktu itu aku masih berusia dua belas tahun. Lebih muda dari putrimu," sanggah Qiqi, menatap tajam Tuan Jefery. "Tapi, kamu tetap menyiksaku, bahkan...."Trauma mendalam Qiqi tiba-tiba muncul, menghantam kewarasannya. Potongan-potongan ingatan kelakuan biadab Tuan Jefery padanya dulu, melintas di otaknya tanpa peringatan.Qiqi menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya dengan kesal. Ia berusaha tetap tegar dan tenang, meski matanya telah memerah, berkaca-kaca, dipenuhi rasa dendam yang menggebu."Ayah... Selamatkan aku...."Suara rintihan Ella terdengar menyayat hati, menarik perhatian Tuan Jefery sepenuhnya.Kini, posisi Ella sama persis seperti posisi Qiqi dulu, ketika ia dipaksa menyaksikan ibunya dilecehkan, disiksa tanpa ampun.Entah mengapa, melihat Ella menangis, merengek tak berdaya, membuat hati Qiqi
Baca selengkapnya