Dua hari selanjutnya, ia jalani semakin berat. Meilin menyeret langkahnya masuk ke dalam rumah, seperti seseorang yang baru saja kehilangan arah hidupnya di tengah badai tanpa kompas. Pundaknya jatuh, lelah bukan karena tubuhnya, tapi karena pikirannya sendiri yang tak berhenti dihantam kenyataan.Namun rumah itu… sama sekali tidak ikut tenggelam bersamanya. "Aku Pulang" Kata Meilin dengan nada pelan.Aroma tumisan memenuhi udara, hangat, menggoda, seperti dunia ini masih baik-baik saja. Dari dapur, terdengar suara yang terlalu ceria untuk suasana hatinya.“Can marry your daughter… and make her my wife~”Lagu itu—Marry Your Daughter (Brian Micknight, Jr.)—dinyanyikan dengan penuh penghayatan oleh ibunya, meski nada dan liriknya sesekali melenceng jauh dari jalur kewarasan musikal.Ibunya berputar kecil di depan kompor, spatula di tangan seperti tongkat konduktor orkestra cinta."Meilin! Sini, Sayang! Mama masak Tumis Daging Hitam kesukaanmu! Spesial hari ini!” serunya, seolah baru sa
Last Updated : 2026-07-16 Read more