Rosa menggantung kalimatnya. Ia menoleh sedikit, memberikan jeda dramatis seolah membiarkan suasana pasar yang bising mendadak sunyi di antara mereka. Saat kembali menatap mata Lila, ia menyunggingkan seringai tipis yang mengerikan, sebuah janji yang tidak terselubung."...bisa jadi, aku sendiri yang akan memastikan itu terjadi. Aku yang akan mengambil Satria darimu."Rosa tidak menunggu jawaban. Ia melempar sebuah senyum kemenangan yang tenang, senyum yang seolah menyiramkan air es ke punggung Lila, membuat wanita itu pucat pasi hingga tak mampu bergeming. Tanpa sepatah kata lagi, Rosa memutar tubuhnya, langkah kakinya anggun dan mantap, meninggalkan Lila dan Satria yang terpaku mematung di tengah hiruk-pikuk pasar yang kini terasa jauh dan asing."Aku sudah bosan menasihatimu, Lila. Terserahlah mau jadi apa kamu sekarang," ucap Satria dingin. Ia melepaskan pegangan tangannya dari lengan Lila dengan kasar, seolah enggan bersentuhan lebih lama lagi. "Bikin malu saja!"Tanpa menoleh
Baca selengkapnya