"Kalau begitu, kita tidak perlu pergi ke mana-mana lagi," bisik Xavier. Suaranya terdengar begitu berat, rendah, dan sarat akan aura intimidasi seorang penguasa sejati yang tak tertandingi.Kedua matanya menggelap tajam, mengunci siluet belasan pria bersenjata yang mulai mengepung kendaraan mereka. "Mereka sendiri yang mengemis untuk diantarkan ke neraka malam ini. Kita lawan mereka di sini."Mendengar keputusan mutlak dari Xavier, sepasang mata bulat Liora terbuka lebar. Gadis itu terdiam sesaat, merasakan desiran adrenalin yang mendadak bergejolak di dalam dadanya. Ia perlahan meremas jemari tangannya sendiri hingga terdengar bunyi gemertak tulang yang renyah."Aku... boleh ikut keluar, Xavier?" tanya Liora, menatap langsung ke dalam manik mata elang calon suaminya."Tidak," jawab Xavier tanpa ragu, nadanya dingin dan tak terbantahkan. "Kamu di sini saja. John akan mengunci pintu secara otomatis dari depan."Bukannya mundur, Liora justru bergerak maju. Jemari lentiknya mencengkeram
Read more