Tawa getir Dion dan Leon berhenti mendadak ketika ponsel milik Dion yang tergeletak di atas nakas berdering nyaring, memecah kesunyian ruang perawatan.Awalnya, Dion menganggap bahwa panggilan telepon yang masuk itu pasti dari Lely, Martin, atau Cynthia—orang-orang rumah yang mungkin menyadari hilangnya mereka. Wajah Dion sudah bersiap mengeras untuk meluapkan kekesalannya.Namun, ketika ia mengulurkan tangan yang masih lemas untuk melirik ke layar ponsel, nama yang muncul di sana justru membuat napas Dion seketika tercekat.Liora."Panggilan telepon dari siapa, Dion?" Leon bertanya dari ranjang sebelah. Ia berusaha menegakkan punggungnya yang cedera, berniat mengintip ke layar ponsel adiknya. Namun, jarak tempat tidur mereka yang cukup jauh membuat usahanya sia-sia."Liora..." jawab Dion dengan suara berbisik, sementara jantungnya mendadak berdebar-debar liar ketakutan.Di dalam benak Dion, bayangan Liora yang menelepon untuk memaki, mengutuk, atau meluapkan segala kebencian y
Read more