Di sisi lain koridor rumah sakit, tepatnya di dalam ruang perawatan VIP milik dua putra keluarga Martin, suasana mendadak berubah menjadi ajang perdebatan sengit. Begitu dokter spesialis masuk ke ruangan untuk melakukan pemeriksaan rutin, Leon dan Dion langsung kompak berteriak dari ranjang masing-masing."Dok, lepas infus saya sekarang! Saya mau keluar!" seru Dion sembari berusaha duduk tegak, meskipun ia harus meringis menahan nyeri di ulu hatinya."Saya juga, Dok! Cabut saja benda ini, kami ada urusan yang sangat mendesak!" timpal Leon tidak mau kalah, tangannya sudah bersiap menarik paksa jarum infus di punggung tangannya sendiri.Dokter paruh baya itu seketika membelalakkan mata, langsung menolak dengan tegas. "Tidak bisa, Tuan-tuan! Kondisi fisik Anda berdua ini habis mengalami trauma hantaman yang cukup parah. Memar-memar di tubuh Anda belum sepenuhnya pulih, dan kalian harus—""Dok, lihat saya! Saya sudah sangat sehat, bugar, dan bisa melompat kalau Dokter mau!" potong Dion bo
Read more