“Aduh! Sakit, Ghe!” Kalandra mengaduh sambil mengelus pinggangnya yang baru saja dicubit.Namun bukannya menjauh, Kalandra justru makin merapat dan menarik tubuh Ghea ke dalam pelukannya, memangkas habis jarak di antara mereka.Lengannya melingkar santai di punggung polos Ghea yang terbungkus selimut tebal, mengusapnya perlahan.“Masih sempat-sempatnya galak, padahal tenaganya sudah habis,” bisik Kalandra di dekat telinganya.Lagi, Ghea menyikut perut Kalandra tanpa tenaga, yang lebih mirip dorongan malas daripada ancaman. Diam-diam wanita itu heran. Kalandra—Pria di sampingnya ini semakin hari kenapa semakin pintar mengambil kesempatan?Padahal beberapa hari lalu, Kalandra masih bergerak serba hati-hati, memastikan setiap sentuhannya tidak melewati batas. Tapi begitu batas itu hilang di atas tempat tidur, semuanya sirna. Dia malah semakin gigih menggoda tak peduli betapa payah dirinya saat ini. “Coba ulangi lagi kalau berani,” ucap Ghea.“Nggak berani. Nanti dicubit lagi,”
Last Updated : 2026-07-24 Read more