Dania mencoba mengingat-ingat kembali informasi yang pernah ia dengar samar-samar tentang keluarga calon suaminya itu. Setahu dirinya, orang tua Gathan adalah pengusaha besar yang hampir tidak pernah pulang ke Indonesia karena kesibukan mereka yang luar biasa di luar negeri. Akan tetapi, surat di tangannya ini justru berkata sebaliknya. Seseorang telah mengirimkan pesan ini kepada Gathan, menyatakan bahwa orang tua pria itu telah tiada, dan penyebabnya bukan karena kecelakaan biasa. Seketika itu juga, potongan-potongan teka-teki tentang sikap dingin Gathan mulai tersusun di kepala Dania. Pria itu memiliki rumah mansion luar biasa mewah, pelayan-pelayan yang sangat patuh, dan kekayaan yang tidak akan habis tujuh turunan. Namun, dia justru memilih untuk tinggal di sebuah kamar asrama yang sempit, pengap, dan berbagi ruangan dengan orang lain. "Pantas saja dia lebih memilih tinggal di asrama ketimbang rumah mewahnya," batin Dania lirih, matanya melembut menatap kertas di tangannya. "Di
Magbasa pa