Di kamar 302, Gathan sedang sendirian. Buku teks kuliahnya terbuka di atas meja, tapi fokusnya sama sekali tidak berada di sana.Biasanya, jam segini Danie sudah kembali dari kegiatannya, entah itu mengeluh panjang lebar karena ototnya yang pegal akibat latihan fisik, atau ribut sendiri mondar-mandir mencari catatan kuliah yang hilang di kolong ranjang. Namun, sore hari ini kamar terasa terlalu sunyi dan hampa.Tanpa sadar, Gathan melirik ke arah ranjang bawah yang kosong melompong. Meja belajar Danie di sudut ruangan juga tampak terlalu rapi. Tidak ada tumpukan buku yang berserakan, tidak ada botol minum yang tertinggal setengah penuh, atau barang-barang kecil yang biasa membuat matanya sakit.Pria itu mendecakkan lidahnya dengan gusar, menutup buku tebal di depannya dengan sentakan kasar."Berisik sekali kalau ada di kamar, tapi ternyata jauh lebih mengganggu kalau tidak ada," bisik Gathan dengan nada kesal yang tidak ia mengerti dari mana asalnya.Gathan mencoba mengabaikan perasaa
Magbasa pa