Daisha menatap pintu kamar yang baru saja tertutup rapat. Ia memejamkan matanya, dan perlahan memastikan langkah Kaelith sudah menjauh.Lalu ia bangkit, menyingkap selimutnya. Awalnya ingin mengintip bagaimana Kaelith menggunakan dapur.Daisha membuka jendela kamarnya pelan-pelan, mengintip ke bawah, dan juga sekelilingnya. Memastikan tidak ada lagi senior yang berlalu-lalang.Lalu, setelah itu Daisha mengeluarkan sebuah jurus. Kakinya langsung menekan dinding, dan tubuhnya yang ringan terbang naik ke atas genteng. Dari atas sana, Daisha melihat kesunyian dan beberapa pengawal yang berpatroli. Bagaimanapun, sudah hampir jam malam. Namun, di sekitar sana tidak ada penjaga yang sedang berpatroli.Ia berjalan pelan menyusuri genteng. Langkahnya ringan, sudah terlatih sejak kecil untuk tidak menimbulkan suara, untuk menjaga keseimbangan di permukaan yang licin.Angin malam, sedikit menusuk. Ia lupa tidak memakai mantel. “Jangan sampai masuk angin,” gumamnya pelan.Daisha melompat dar
Read More