Pei Zhen. Mantan kekasihnya itulah yang memiliki jaringan dengan orang-orang di wilayah Barat. Hanya dia satu-satunya harapan yang tersisa."Tabib Wan, jaga Ah Xian dengan baik. Aku akan mencarikan jalan keluar," ucap Lian Xue tegas, matanya menatap nanar pada sepupunya yang terbaring pucat."Putri, apa yang akan Anda lakukan? Di luar sangat berbahaya!" seru Tabib Wan panik, wajah tuanya dipenuhi kecemasan. Namun, Lian Xue sudah berbalik dan berlari keluar, mengabaikan seruan sang tabib.Tanpa berpikir panjang lagi, Lian Xue gegas kembali ke kamarnya untuk bersiap. Dengan memakai hanfu sederhana yang ringkas, ia mengenakan jubah tebal untuk menghalau angin malam yang menusuk tulang. Ia menyelinap ke kandang kuda, mengambil seekor kuda tercepat, lalu mengendap-endap keluar dari gerbang belakang istana menuju kediaman Pei Zhen di pinggiran kota."Bertahanlah, Ah Xian. Aku akan membawakan penawarnya," bisik Lian Xue sambil memacu kudanya menembus kegelapan malam yang pekat.Namun,
Magbasa pa