Perbincangan yang hangat antara Ethan dan Rania. Ethan menunjukkan ketertarikannya, sedangkan Rania masih menjaga batasan sebagai mitra kerja."Nanti malam kita jumpa lagi?" tanya Ethan."Boleh, tapi sekarang saya mohon maaf sekali pak, harus balik karena orderan lagi banyak banget," Jawab Rania."Aman, nanti kalau tidak bisa meninggalkan lokasi, saya saja yang menyamperin kamu," ucap Ethan."Tapi tempat saya itu masih ruko biasa saja pak, gak apa-apa?" jawab Rania."Gak apa-apa. Justru itu saya mau lihat bagaimana manajemen kamu apakah sudah siap untuk buka butik atau belum," kata Ethan tersenyum."Baik, Pak," jawab Rania."Jangan panggil pak, panggil saja Mas Ethan biar gak kaku," kata Ethan."Oh, ya. Baik Mas Ethan," kata Rania.Makan siang itu berlalu. Rania pamit lebih dulu untuk pulang. Ethan masih duduk di meja mereka makan. Lamunannya hanyut ke masa lalu. Ethan merasa di dekat Rania seperti sedang bersama dengan Nara."Halo, bro," suara Reno dari balik telepon yang diangkat Et
Read More