LOGINRania menjadi IRT karena dia mengikuti suaminya, bahkan dia rela membantu keuanga keluarga dengan berjualan kue. Tapi, ia justu dihancurkan oleh orang yang ia cintai. Kalau kamu jadi Rania apa yang kamu lakukan? Apakah Rania akan terus tersesat dalam lukanya atau dia akan menemukan jalan keluar dan bangkit menyelamatkan hidupnya.
View MoreHati tidak pernah tahu kapan ia akan bergerak menemukan kenyamanan, apa lagi setelah dihajar kecewa yang bertubi-tubi. Jangankan berpikir untuk kembali menjalin hubungan, membayangkannya saja tidak pernah dilakukan Rania karena ia takut hanya memupuk kecewa dan membuat lukanya semakin dalam. Semua orang yang terluka berusaha sembuh, tapi Rania tak pernah memikirkan untuk sembuh dengan mencari orang lain sebagai pelariannya. "Kapan kamu mau mulai membuka hati?" Mama pernah melemparkan pertanyaan itu ke Rania. "Bagiku kebahagian Gavin sudah lebih dari segalanya, Ma" jawab Rania dengan yakin tanpa berpikir akan ada sosok laki-laki seperti Ethan yang hadir di hidupnya. Malam ini ada rasa yang berbeda. Rania terbaring di atas kasurnya mengingat kejadian tadi siang dengan Ethan. Jantungnya berdegup kencang saat berada di dekat Ethan. Ada rasa tenang tiap melihat senyuman di wajah laki-laki yang belum ia kenal jauh tapi terasa begitu memiliki arti di hidupnya kini. "Belum tidur?"
Keberanian memulai perjalanan baru membutuhkan support sistem yang membuat diri memiliki keyakinan. Ethan hadir memberikannya untuk Rania. Sejak awal ia yakin Rania mampu bangkit dari keterpurukannya. "Loh, Mas kapan ke sininya?" ucap Rania kaget keluar dari kamar melihat ada Ethan yang lagi main dengan Gavin. "Baru saja," jawab Ethan. "Kok gak bilang dulu mau ke sini?" tanya Rania. "Tadinya mau ke toko, tapi saya pikir ke rumah kamu saja biar kita bisa langsung lihat lokasi butik," jelas Ethan. "Beneran mau survei lokasi butik hari ini?" tanya Rania kaget. "Iya, saya rasa kamu sudah siap," ucap Ethan. "Mandi dulu lah Ran, nanti Ethan kelamaan lo menunggu kamu," kata Mama nimbrung. "Gak papa bu, saya juga masih main dengan Gavin," ucap Ethan tersenyum. "Oke, maaf ya mas, sebentar saya siap-siap dulu," jawab Rania. Rania bergegas ke kamarnya untuk siap-siap. Gavin kelihatan senang main dengan Ethan. Padahal baru jumpa, tapi seperti sudah kenal lama. Pemandangan ini m
Malam itu hujan turun perlahan membasahi jalanan. Udara dingin rasanya ikut masuk ke dalam mobil, membuat tubuh gemetaran. Rania juga kelelahan jadi badannya terasa kurang fit hingga menggigil. Ethan yang melihat itu memberikan jaketnya ke Rania, "Pakai ini ya biar kamu hangat," ucap Ethan. "Gak usah Mas," Rania menolak. "Gak papa pakai nanti kamu jadi meriang," ucap Ethan. "Makasih ya," mereka jadi saling bertatapan mata. Ada debar yang Ethan rasakan, ingin rasanya ia mendekap Rania ke pelukannya. Tapi Ethan menahan diri, tidak mau Rania jadi ilfil. Ethan harus sabar untuk membuat Rania luluh dengannya. "Rumah saya yang warna abu-abu itu ya Mas," ucap Rania. "Oh oke," jawab Ethan. "Mau singgah dulu Mas," tawar Rania. "Sudah malam, gak enak," kata Ethan. Mama Rania melihat di balik gorden, tak lama Gavin keluar mengejar mamanya. Ethan melihat dari kaca mobil dan tersenyum melihat Gavin yang lucu. "Pulang sama siapa tadi Ran?" tanya mama. "Itu ma, bosnya aku dari Jakart
Ethan sudah siap untuk ke tempat Rania. Jam 19:00 Ethan sudah di jalan menuju lokasi yang sudah di share loc. Ingatan tentang Nara masih saja membayangi pikirannya."Rania bukan Nara, bukan Nara," Ethan membatin je dirinya sendiri berulang kali.15 menit dari hotel ke lokasi Rania. Ethan sampai di depan ruko kecil tempat Rania live berjualan online dan tempat packing orderannya. Ethan datang membawa makanan yang sudah ia pesankan ke supirnya untuk dibeli."Assalamualaikum," ucap Ethan memasuki ruko yang pintunya terbuka satu."Waalaikumsalam," jawab Rania yang berdiri dari tumpukan pesanan."Gak papa, duduk saja," ucap Ethan."Gak telepon dulu tadi Mas," ucap Rania."Iya, gak papa. Lagian gak nyasar juga kok." Ethan tersenyum."Duduk di sini saja Mas," ucap Rania menarik kursi di dekat meja kerjanya."Ini saya bawaain makanan buat anggota kamu," ucap Ethan."Repot-repot banget Mas," Rania mengambil dan memberikannya ke anggota."Sepertinya ruko ini sudah tidak bisa lagi menerima stok
Hati ibu mana yang tidak hancur mendengarkan kabar luka dari anaknya. Ibu Rania yang datang menjemputnya, datang untuk membawanya pergi meninggalkan segala duka."Ikut Mama pulang, sudah cukup kamu berjuang," kata mamanya sebelum meminta Rania mengemas barang-barangnya."Mama selama ini diam bukan
Dori pulang dari kantor tanpa berbicara apa pun. Rania mengunci pintu dan mencabut kuncinya supaya Dori bisa membuka pintu sendiri tanpa membangunkannya. Dori memilih tidur di kamar sebelahnya. Sejak malam ini Dori dan Rania pisah kamar. Situasi ini berlangsung hampir satu bulan. Tanpa ada niat unt
Kalau kesusahan ekonomi masih bisa ditabahkan seorang istri, tidak dengan perselingkuhan. Perempuan mana yang tidak hancur mengetahui kenyataan dirinya diduakan. Mungkin ada istri yang masih memilih bertahan, tapi tidak semua istri kuat untuk memilih bertahan. Seperti gelas kaca yang sudah pecah te
Pagi ini Rania bangun lebih awal. Alarmnya berbunyi jam 4 pagi. Ada orderan untuk acara hajatan kue 200 kotak. Rania mengerjakannya sendiri. Pesanan sudah masuk 3 hari yang lalu. Rania sudah mengangsur membentuk kotaknya. Sebagian isi kuenya sudah dikerjakannya kemarin. Pagi ini tinggal menambah ku






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.