Keheningan di ruang penyimpanan butik terasa begitu mencekik setelah pertanyaan itu meluncur. Senja menatap lurus ke dalam manik mata Bumi, menuntut jawaban atas semua kebetulan yang terlalu rapi ini. Namun, sebelum Bumi sempat membuka suara, Madam Rosa yang masih terduduk di lantai tiba-tiba merangkak maju, menyela pembicaraan mereka dengan kepanikan yang luar biasa."Senja! Tolong saya, Senja!" ratap Madam Rosa, air matanya menghapus sisa riasan tebal di wajahnya. "Saya tahu saya salah! Saya mencabut semua tuduhan itu. Nama kamu bersih! Tapi tolong... katakan pada peretas itu untuk menghapus berkas penggelapan pajak saya! Butik ini adalah seluruh hidup saya!"Senja mengalihkan pandangannya dari Bumi, menatap iba sekaligus miris pada atasannya yang kini kehilangan seluruh keangkuhannya. "Saya tidak tahu siapa yang mengirim email itu, Madam. Tapi kebenaran selalu punya cara sendiri untuk menunjukkan jalannya.""Benar, Madam," sela Bumi, memecah ketegangan. Ia kembali menarik Senja
Read more