"Om kalau nyiapin makan selalu minta makannya kita nanti malah sedikit om yang lebih banyak." Ucap Emran.Devan seketika menepuk jidatnya sendiri, menatap pasrah ke arah langit-langit langit ruangan dengan helaan napas berat karena lagi-lagi diskakmat oleh seorang balita."Astaga bocah segitunya pisan." Ucap Devan geleng-geleng kepala, tidak menyangka jika ingatan bocah gembul itu begitu tajam.Sebelum perdebatan paman dan keponakan itu memanjang, Pak Damian muncul dari arah dapur dengan langkah lebar. Kedua tangannya dengan cekatan membawa dua piring besar berisi mie pedas yang aromanya langsung menggugah selera, lalu meletakkannya di atas meja bundar dengan tegas."Udah jangan ribut Vano ini punya kamu. Punya Vani yang ini Daddy suapin." Ucap Damian membagi porsi dengan adil.Melihat piring makanannya dipisahkan dari piring Vani, Vano yang duduk di kursi langsung memasang wajah memelas. Dia menatap sang ayah dengan pandangan penuh harap."Vano pengen makan di suapin juga barengan Va
Read More