"Adrian, kenapa kamu mengumpulkan semua orang?" tanya Oma Rosa.Suasana di ruang tamu kediaman utama keluarga Lysander yang biasanya hangat, malam itu mendadak mencekam. Seluruh anggota keluarga berkumpul, namun tak ada satu pun suara yang berani memecah keheningan. Di tengah ruangan, Adrian duduk dengan tenang. Tatapannya lurus, tajam, dan sedingin es, tertuju tepat pada satu orang, Nora, kakak kandungnya.Nora yang ditatap seperti itu mencoba tetap tenang, meski jemarinya yang saling bertautan tak bisa menyembunyikan kegelisahan."Evan," panggil Adrian, suaranya rendah namun penuh penekanan yang mengintimidasi."Berikan buktinya."Evan, asisten pribadi Adrian yang setia, melangkah maju dengan wajah tanpa ekspresi. Ia meletakkan sebuah tablet di atas meja kaca, tepat di hadapan Oma Rosa. Evan menekan tombol play pada sebuah file rekaman video."Ini adalah rekaman CCTV dari dapur belakang, tepat tiga hari yang lalu, beberapa jam sebelum Tuan Adrian dilarikan ke UGD," ujar Evan tenang.
Baca selengkapnya