Ruang tamu sebuah apartemen yang cukup luas terasa hening dan dingin, membawa atmosfer ketegangan diantara dua wanita berbeda generasi. Keheningan selama beberapa menit itu pudar ketika seorang wanita tua mulai membuka suara."Sejak kapan?" tanya Bu Ningsih, dia menatap Meysa dnegan tatapan datar, sorot matanya memancarkan kekecewaan yang luar biasa."Ibu....""Apa Ibu pernah mengajarkan Meysa dan Maya untuk berbohong? Kenapa Meysa membohongi Ibu, jika memang penyakit Ibu sangat membebani kalian, bukankah sebaiknya kalian membiarkan Ibu-,""Ibu, Ibu jangan berkata seperti itu, Mey tidak suka. Meysa akan melakukan apapun agar Ibu bisa sembuh," lirih Meysa sambil berlinang air mata memotong ucapan Bu Ningsih."Meski harus menikah diam-diam dengan majikan kamu sendiri, begitu Mey?""Bu, Adrian orang baik Bu. Dia teman kecil Meysa waktu Meysa masih di panti asuhan. Adrian tidak seperti yang Ibu pikirkan.""Tapi mereka orang kaya Mey, sedangkan kita orang miskin. Ibu sangat tahu bagaimana
Read more