"Ini sungguh mengejutkan."Alfa berkata dengan bibir melengkung."Jika bukan karena permintaan Kakekmu, aku ogah melihatmu!"Rio nyaris melempar satu dokumen ke hadapan Alfa. Dua sahabat yang hubungannya renggang karena satu perempuan.Salah Alfa juga. Siapa suruh dia jadi brengsek. Hingga membuat Luna patah hati."Terima kasih."Rio melengos. Enggan sekali menatap Alfa. Walau demikian, dia bisa melihat kilau cincin pernikahan di jari pria itu. Agaknya Alfa memang tak pernah melepasnya.Dari laporan anak buahnya, Rio tahu jika Alfa tak lagi keluyuran malam-malam ke klub. Entah apa yang dia lakukan. Yang jelas, Alfa kerap berada di rumah setelah urusan kampus selesai."Untuk proyeknya aku setuju. Tapi soal pengolahan limbah, aku mau semua bersih sebelum dibuang ke alam."Alfa mulai membahas dokumen di tangannya."Kau tidak baca sampai akhir?" Sindir Rio."Sudah, aku hanya memperjelas. Selain itu, aku mau masyarakat dan UMKM di sekitarnya dilibatkan.""Sedang didiskusikan dengan pejabat
Read more