Genzio tetap tenang. Justru karena terlalu tenang, semua orang tahu dia serius.Amsol memijat pelipisnya pelan. “Tuan Muda, dunia nggak sesederhana itu. Perasaan pribadi nggak selalu bisa menang melawan keputusan keluarga.”Genzio berdecak pelan.Dia berdiri lagi, memadamkan rokoknya di asbak porselen. Genzio berjalan kembali ke dekat jendela. Bahunya tegak, posturnya penuh dominasi seperti seseorang yang sudah memutuskan segalanya.“Kalo gitu, biar gue yang ubah keputusan keluarga.”Jawaban itu membuat Amsol mengernyit.Genzio menoleh sedikit. Sorot matanya tajam, penuh ambisi, dan sama sekali tidak goyah.“Gue nggak peduli mau ada pertunangan, perjodohan, atau kesepakatan antar keluarga.”Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada rendah yang sarat penekanan.“Gue bakalan tetap kejar Liora.”Setiap kata yang keluar terdengar mantap. Tidak ada keraguan, apalgi kompromi.Dan yang paling jelas, Genzio tidak ada niat untuk mundur.Setelah hening beberapa detik, Genzio kembali b
Read More