Setelah melihat Liora lebih baik, Kavita pergi ke kelas selanjutnya bersama Okka. Sementara Edward tetap menjaga Liora. Liora duduk bersandar. “Edward, Papa…”Edward duduk di tepi ranjang, samping Liora. “Lio, kalo Papa tau lo pingsan… kayaknya lo nggak bakalan dikasih izin ke sekolah lagi.”Liora melirik Genzio yang masih tertidur. Lalu, menatap Edward. “Papa belum tau? Dokter Rowan…”Edward menggeleng. “Gue minta tolong Dokter Rowan rahasiakan ini.”“Dia setuju?” “Ya. Gendis yang bantu gue ngomong ke Dokter Rowan.”Liora memegangi susu kotak rasa strawberry. Dia minum habis susunya. Gendis Ellena, cucu kesayangan Dokter Rowan. Liora tidak menyangka, hati Dokter kejam itu bisa luluh karena cucunya. “Edward, anterin gue ke kelas,” pinta Liora. ….Gedung C, Lantai 2.“Mr. Arnold, maaf saya telat,” ujar Liora, setelah mengetuk pintu.“Silakan masuk, Liora,”Liora melangkah masuk ke dalam kelas matematika dengan langkah pelan. Karena tidak ingin mengganggu tidur Genzio, dia pergi
Read more