Kieran melirik Alena. "Kamu harus tetap membayar, karena ceroboh adalah pengkhianatan yang tertunda!”Alena jatuh berlutut, bukan karena didorong. Kakinya seakan lemas. "M– mmaaf, tuan,” Kieran berjongkok di depannya. "Aku harap kamu itu pintar, sang Ghost Auditor, tapi ternyata hantu pun mati jika ketahuan, kamu mengirim kode pakai jaringan rumahku, itu bukan pintar, tapi bunuh diri!”Kieran mencengkram dagu Alena dengan kencang, lalu mengibasnya begitu saja hampir membuat Alena kesakitan. "Aku benci di sini," bisik Alena. Air matanya jatuh menetes ke lantai marmer.Kieran mengangkat dagu Alena secara paksa. Membuat Alena gemetar karena sudah salah bicara. "Benci tidak akan mengubah fakta, kamu masih hidup karena Jaxon bergerak cepat, dan aku yang akan putuskan kamu hidup atau mati sekarang!” pekik Kieran. Alena bergetar hebat, jantungnya kembali mempompa darah dengan cepat. Ia tak bisa membayangkan bahwa nyawanya akan melayang sebentar lagi. Ia benar-benar tidak bisa meremehkan
Baca selengkapnya