Mag-log inDijual demi membayar utang, Alena Volkov (20) menjadi tawanan monster mafia paling ditakuti di kota Novara, Kieran Voss (25). "Sepenuhnya sudah milikku, kontraknya berlaku malam ini!” - Kieran Voss ‘Apa hanya sampai di sini saja hidupku?’ - Alena Volkov
view moreDalam hati Kieran tersimpan tanda tanya besar, dengan ucapan Alena. “Apa-apaan ini, ia memanggilku monster?” gerutu Kieran. Alena tak kunjung bangun hingga ia di letakkan di atas kasur, Kieran langsung menyelimutinya. Kieran kembali menatap wajah gadis cantik itu, bahkan tangannya reflek memegang pipi imutnya. Hingga Kieran tak sadar rupanya ia sudah terbawa perasaan pada Alena, Alena mengambil tangan Kieran dan di dekapnya di dada. Membuat jantung Kieran semakin berdetak dengan cepat, hingga ia tak mampu mengendalikan dirinya. Kieran semakin mendekatkan wajahnya, tangannya sedang mengelus bibir mungil milik Alena. Hingga ia hampir saja menciumnya. Untungnya Kieran berhasil menepis rasa itu semua, dengan jantung yang tak kunjung berdetak normal. Kieran memilih pergi meninggalkan Alena yang masih tertidur dengan lelap. Malam itu Alena tidak lagi bermimpi tembakan, tapi ia bermimpi mata Kieran yang kosong dan dingin. Namun untuk pertama kalinya, mata itu melihat dia bukan sebaga
Tanpa basa-basi dan mengabaikan rasa sakit, Alena tetap merangkak masuk. Lumpur, oli, bahkan hampir ada peluru di atas kepalanya meleset. Tang! Tang! Dari bawah kolong Alena melihat ada sepatu, sepertinya dua orang sudah mendekat ke arahnya. Membuat Alena gemetar hebat, karena Jaxon telat mendorongnya. Alena menutup matanya karena takut, tapi yang ia ingat di kepala adalah kata Kieran. “Kalau perlu, jangan ragu!”Akhirnya Alena memberanikan diri untuk mengangkat pistolnya, ia mengarahkan ke kaki mereka dari kolong truk. Dor! Orang itu teriak kesakitan lalu terjatuh, hingga membuat temannya satu lagi menoleh ke bawah. Dor! Dor!Jaxon langsung menembak kepalanya.Hening!Jaxon mengulurkan tangan dan menarik Alena untuk keluar. "Kamu nembak?"Alena muntah, karena baru saja ia menembak orang. Ia kembali melihat kakinya sendiri yang berlumuran lumpur dan darah orang lain.Kieran akhirnya datang setelah melewati kejadian yang hampir merenggut nyawa Alena, baju Kieran penuh dengan nod
‘Kenapa dia pindah?’ tanya Alena dalam hati. Konvoi lima mobil melaju dengan sangat cepat, membuat orang-orang yang melihat menjadi ketakutan.Kieran di mobil depan dan Alena di mobil ketiga, diapit oleh Jaxon dan satu pengawal. Kaca mobil itu gelap, karena sudah dilapisi beberapa kaca pelindung.Jalanan yang teramat macet itu berhasil disingkirkan secara paksa oleh mobil pengawal yang pertama berada paling depan.Alena menggenggam pistol itu, tangannya basah dan gemetar. Matanya tak henti menatap pistol itu, di depannya ada layar kecil di sandaran kursi sedang menayangkan drone.Gudang tua di utara pelabuhan, ada dua puluh titik merah tampan bergerak di dalamnya. Suara Kieran terdengar masuk lewat radio yang di pegang oleh Jaxon. "Jaxon, status?""Siap, tuan aset aman," jawab Jaxon. ‘Apa-apaan’ gerutu Alena dalam hati.Aset tentu bukan namanya tapi Alena sudah terbiasa dengan kata-kata itu."Begitu masuk, perintahkan dua orang berjaga di mobil dan jangan keluar sampai aku panggil,
Alena tak mengerti apa maksud dari perkataan Kieran. Namun akhirnya Alena tidak dikurung lagi di penthouse, ia tidak lagi bekerja di ruang kerja pribadi milik Kieran. Walau nantinya ia pasti sesekali masih diminta untuk datang ke ruang kerja pribadinya. ‘Setidaknya kamu bisa melihat dunia luar Alena!’ gumamnya dalam hati. Tampak mobil sudah menunggu diluar, tapi bukan mobil mahal limosin. Melainkan mobil sedan hitam biasa, tapi kacanya sudah di lapisi anti peluru. Kieran ternyata sudah ada di dalam, sedang membaca dokumen. Ia tidak melihat Alena masuk dan duduk. Perjalanan sekitar dua puluh menit ke gedung kantor Kieran, dari luar tampak seperti firma legal biasa. Banyak staff yang sudah berada di dalam, lantai atasnya sangat steril, dingin dan semua orang memakai jas disana. Tidak ada yang menatap Alena lebih dari sedetik, karena mereka takut pada Kieran, tapi mereka juga tampak penasaran dengan wanita yang dibawa oleh Kieran. Kieran langsung membawa Alena ke ruangannya. Alen
“A—apa? Bekerja? Bekerja apa?” Alena bertanya-tanya. Kieran menatap datar ke arah Alena, kesal karena masih harus menjelaskan. Ia kemudian mengedikkan kepala ke arah Jaxon dan memberi perintah, “Jax, jelaskan!” Jaxon menyalakan laptop dan membuka map hitam itu di depan Alena, memintanya untuk mem
“Ugh! Sialan!”Alena mendengus kesal setelah sudah berada di kamarnya sendirian. Rencana melarikan dirinya gagal. Tidak di rumah, tidak juga di penthouse mafia ini, ia tidak pernah berhasil lepas dari cengkraman mereka.Tak merasa mengantuk, Alena memutuskan untuk membuka map hitam yang dilempar K
“Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan
Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu