Tangan Mbak Ratna terhenti seketika di atas paha Juna akibat suara mesin matik yang berhenti di depan toko. Janda matang itu buru-buru berdiri dari lantai semen, merapikan sedikit kerah bajunya yang agak melonggar sebelum mengintip dari celah ventilasi kayu pintu gudang."Waduh, Juna, ada pembeli datang malam-malam begini. Suaranya cempreng banget mirip anak sekolahan," bisik Mbak Ratna dengan napas yang masih agak terengah-engah."Aa... anu, b-beneran pembeli biasa kan, Mbak? S-Su-Sumpah, Juna kira tadi Ketua OSIS yang mau razia keliling!" sahut Juna gagap sambil buru-buru membetulkan posisi celana abu-abunya.Di luar warung, Sherly, mantan Juna yang materialistis, ternyata sedang memarkir kendaraannya dengan wajah tertekuk masam. Gadis berseragam SMA yang belum diganti itu, langsung berteriak memanggil pemilik warung untuk membeli sabun mandi dan pembalut malam dengan ketukan kasar di meja kasir."Mbak Ratna! Tokonya masih buka tidak sih?! Ini saya mau
Baca selengkapnya