Keputusasaan yang pekat menghantam dadanya. Bagaimana bisa Tuhan sekejam ini? Ia baru saja diberikan kesempatan kedua untuk membalaskan dendam dan memperbaiki takdir, namun sekarang hidupnya justru diperpendek dengan cara sekonyol ini. Di dalam hati, ia menjerit, mengeluhkan keadilan Yang Maha Kuasa atas nasibnya yang begitu tragis.Sentakan kuat mendarat di lengan Hazel, menarik tubuhnya mundur dengan kasar hingga ia kehilangan keseimbangan. Detik berikutnya, motor itu melesat lewat, hanya berjarak beberapa sentimeter dari ujung sepatunya, meninggalkan kepulan asap knalpot dan bunyi klakson yang memekakkan telinga.Hazel terengah-engah, dadanya naik turun dengan liar. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia bisa mendengarnya di dalam kepala. Namun, ia menyadari satu hal, ia masih bernapas. Lagi-lagi, ia selamat dari maut.Saat Hazel mendongak untuk melihat siapa yang menariknya, matanya langsung terbelalak. Dan yang menolongnya adalah... ya, betul, Arlo. Pria itu lagi.Hazel be
Magbasa pa