"Kau sudah datang?..."Dalam kondisi sepenuhnya tanpa busana, Sofia berjalan mendekati ranjang berukuran king size yang terletak di tengah ruangan. Di sana, di balik bayang-bayang kelambu beludru tipis yang sengaja ditutup setengah, seorang laki-laki sudah menunggu. Sosoknya yang tegap duduk bersandar pada headboard ranjang, tersembunyi di dalam remang cahaya lampu tidur yang temaram. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, seolah sudah memahami ritual rahasia yang mengikat mereka, Sofia menjatuhkan kedua lututnya di atas karpet bulu domba yang tebal.Ia berlutut tepat di antara kedua paha kokoh laki-laki itu. Tatapannya mendongak, memancarkan binar kepatuhan yang amat kontras dengan watak aslinya yang terkenal kejam dan tak tersentuh di luar sana. Detik berikutnya, ia langsung memajukan wajahnya, menyambut dan mengulum kejantanan laki-laki tersebut dengan keahlian yang intens dan rakus."Ah.. iya.. di situ, Sofia... Servismu selalu menakjubkan," geram laki-laki itu. Suara baritonnya
อ่านเพิ่มเติม