"Sialan, getaran apa ini?!" bentak salah satu bayangan di luar pagar mansion Arga.Ketiga sosok berbaju hitam itu mendadak melompat mundur sejauh lima meter.Ujung kaki mereka baru saja menyentuh riak tipis dari pagar gaib emas milik Arga."Jangan maju dulu, energinya murni banget," bisik rekannya yang bertubuh lebih pendek.Di dalam ruang tengah mansion, Arga masih menatap tajam ke arah pintu gerbang."Ada apa, Mas? Kok mukanya tegang banget?" tanya Vania sambil menghentikan pijatannya pada bahu Arga."Nadine, Amara, kalian berdua temenin Alya di kamar atas sekarang," perintah Arga dengan suara rendah."Lah, emangnya ada musuh ya, Om?" tanya Nadine, mendadak mode protektifnya aktif."Gak usah banyak tanya, buruan naik," potong Arga tegas.Amara yang paham situasi langsung menarik lengan Nadine dan mengajak Alya naik ke lantai dua.'Hadeuhhh, baru juga mau nyantai habis masang pagar gaib, udah ada yang mau nyusup aja,' batin Arga dongkol.
Read more