"Pertahankan kompresi dada yang stabil, Suster! Siapkan alat kejut jantung sekarang juga, ritme ventrikelnya menunjukkan tanda-tanda fibrilasi yang sangat mengkhawatirkan!" seru Alya lantang, suaranya tegas di tengah ketegangan ruang resusitasi unit gawat darurat Rumah Sakit Sentosa. Di bawah instruksinya yang cepat, tegas, dan teliti, Alya bekerja tanpa kenal lelah berpacu dengan detik waktu yang kian menipis. Bisikan perawat tentang siapa pasien yang sedang berjuang di hadapannya saat ini terus terngiang di telinganya. Bapak Kusuma Wardana, salah satu pendiri sekaligus tokoh paling berpengaruh di jajaran pimpinan yayasan rumah sakit elit tersebut. Tekanan mental yang luar biasa berada di pundaknya saat ini, namun insting dan profesionalismenya sebagai seorang dokter mengambil alih sepenuhnya. Dengan tangan yang tidak sedikit pun bergetar, Alya mengatur posisi elektroda alat kejut jantung, memastikan arus listrik disalurkan secara tepat untuk mengembalikan irama normal jantung
Read more