"Pakde, kami pamit kembali ke Malang dulu, ya. Titip rumah ini lagi," ujar Rangga sopan."Iya, Nak Rangga. Hati-hati di jalan," jawab Pakde Wan dengan senyum ramah.SUV hitam itu perlahan bergerak meninggalkan area depan rumah. Saat mobil melewati kediaman besar milik Bu Hajah Nafisah, Maria memandang ke luar jendela. Suasana di sana tampak lengang dan sepi, tidak ada siapapun yang beraktivitas karena memang tengah hari.Namun tanpa sepengetahuan mereka, di balik pagar seberang jalan rumah Rangga, ada dua orang ibu rumah tangga yang sedang berdiri berdampingan. Mata mereka menyipit tajam, memperhatikan mobil Rangga yang baru saja menjauh."Eh, Jeng, itu tadi Mas Rangga, kan?" tanya salah satu wanita berbaju merah dengan tatapan penasaran."Iya, bener," sahut ibu satunya tak kalah antusias. "Tapi kok dia bawa anak kecil, ya? Terus tadi ada perempuan yang memakai cadar hitam turun bersamanya. Apa itu istri barunya?"Wanita berbaju merah menatap sinis ke arah jalanan yang sudah kosong. "
Read more