Malam itu, Alena memutuskan keluar dari kamar Aston, sebab Tama sudah memutuskan menjaga Kakaknya disana. Dan beberapa menit itu, disaat Tama tengah mengontrol selang infus sang Kakak, mata Aston perlahan mengerjab. Kepalanya masih menyisakan denyut nyeri, namun setelah ia berhasil bangkit menyeret tubuhnya ke belakang, wajahnya syok -menegak ke samping disaat melihat sang Adik berdiri antusias tengah fokus menstabilkan infus yang keluar. "Tama? Kamu ada disini?" Suara bass bercampur serak itu menarik wajah Tama hingga menoleh kearah sang Kakak. Tama masih bersikap santai, melepaskan tanganya dari selang infus, lalu berjalan mendekat. "Iya, Mas. Aku kesini tadi sore sama Ben, setelah Alena telfon," katanya. Tama kini duduk di sofa single, menatap wajah sang Kakak yang sudah lebih segar daripada sebelumnya. "Bagaimana perasaan Mas Aston? Sudah enakan? Kenapa bisa sampai demam tinggi sekali? Nggak biasanya kamu capek." Aston menghela nap
Terakhir Diperbarui : 2026-06-13 Baca selengkapnya