Bau karat, bensin, dan darah segar berbaur menjadi satu di udara yang pengap.Alinea Vance (Alin) sedang berlutut di atas lantai semen yang dingin dan kotor. Lututnya yang telanjang bergesekan dengan kerikil tajam, mengirimkan rasa sakit yang menusuk hingga ke sumsum tulang, namun rasa sakit itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kehancuran yang sedang mencabik-cabik dadanya. Gaun sutra putih yang dibelinya dengan penuh suka cita untuk merayakan ulang tahun pernikahan pertamanya kini telah koyak, ternoda oleh lumpur hitam dan cipratan darah dari pelipisnya yang terluka.Di depannya, bayangan seorang pria berdiri tegak, memegang sepotong logam hitam yang dingin dan mematikan. Enzo, tangan kanan suaminya, Valerio Moretti."Ada kata-kata terakhir, Nyonya Moretti?" Suara Enzo terdengar tanpa emosi, datar seperti robot. Di dunia bawah tanah, tidak ada ruang untuk belas kasihan, terutama untuk seorang pengkhianat.Alin mendongak dengan susah payah. Rambutnya yang kusut menutupi sebag
Last Updated : 2026-06-01 Read more