Aura di lantai teratas The Obsidian mendadak membeku. Detik ketika Valerio Moretti melangkah melewati pintu ganda, seluruh ruangan seakan kehilangan pasokan udaranya. Pria itu tinggi, dengan bahu lebar yang dibungkus setelan jas abu-abu arang buatan Italia yang melekat sempurna. Namun, bukan ketampanannya yang membuat orang berlutut, melainkan sepasang matanya. Sepasang mata sehitam jelaga, dingin, tajam, dan sama sekali tidak memiliki riak kemanusiaan di dalamnya.Valerio menatap Alin dari kejauhan, lalu berjalan perlahan, memecah keheningan dengan ketukan sepatu pantofelnya di atas lantai marmer. Setiap langkahnya ritmis, tenang, namun membawa beban intimidasi yang absolut."Alinea Vance," Valerio mengulang nama itu, suaranya berupa bariton rendah yang serak, terdengar berbahaya seperti geraman serigala di tengah malam. "Aku tidak tahu Silas Vance memiliki keponakan yang cukup gila untuk menyelinap ke markasku malam-malam."Enzo langsung b
Dernière mise à jour : 2026-07-05 Read More