“Jangan buat pikiranku jadi liar begini, Cathie,” lirih Sean. Suara seraknya itu sebetulnya nyaris tidak terdengar. Namun di saat yang tepat, berhembus angin sepoi yang nakal. Menghantarkan pesan memalukan itu pada Catherine.“Hah?” respon Catherine sambil menaikkan sebelah alis.Melihat wajah Catherine yang bingung maksimal, Sean jadi sadar kalau pemikirannya masih polos. Berbanding terbalik dengan otaknya yang gampang memikirkan aneka hal kotor. Fakta ini pun membuatnya malu sendiri.“K-kau tidak perlu tahu,” ujar Sean kemudian.Supaya rasa malunya ini tidak berlarut-larut, Sean mengajak, “Bisa kita lakukan sekarang?”Menggaruk kepala yang tidak gatal, Catherine lalu membalas, “Boleh saja. Tapi memangnya kau punya jarum?”“Ada.”Sean memasukkan tangan ke dalam saku. Diam-diam menggerakkan jarinya untuk menciptakan sebuah jarum tajam. Sambil mengeluarkannya, Sean berkata, “Nih.”“Tidak bisa dipercaya!” kaget Catherine di dalam hati. Dia bahkan mengucek-ngucek kedua mata, saking tida
Last Updated : 2026-07-11 Read more