“Pokoknya 20 juta, tidak boleh kurang dari itu!” seru Catherine penuh penekanan. Tampaknya gadis itu mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan, sekaligus supaya usaha nekatnya ini tidak berakhir sia-sia. Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.Melihat Catherine yang begitu gigih, Sean akhirnya berkata, “Baiklah. Tapi cuma itu, ‘kan? Tarif lainnya tidak ikut naik.”“Eh? Memangnya boleh?”Refleks Catherine mendongakkan kepala. Saat itu pula, terlihat olehnya sosok Sean yang tengah tersenyum licik. Seolah sedang menertawakan kebodohan Catherine. “Tidak boleh, sih,” balas Sean yang mati-matian menahan tawa.Merasa bahwa dirinya telah diberi harapan palsu, Catherine geram seketika. Ingin rasanya dia melayangkan beberapa bogem mentah supaya suasana hatinya jadi lebih baik. Tapi, ah sudahlah.“Diam berarti setuju.”Sean mencoba memprovokasi. Sayangnya, Catherine sama sekali tidak menanggapi. Sibuk memukul-mukulkan tangannya di kursi untuk melampiaskan rasa kesal di hat
Last Updated : 2026-06-15 Read more